murai batu hutan
Murai batu

Merawat Murai Hutan Sampai Siap Dibawa ke Latberan

Merawat murai hutan sampai siap dibawa ke latberan – Selamat datang kembali di burungpedia.com, setelah tempo hari kami membahas mengenai cara memilih murai batu bakalan, kali ini pembahasan akan dilanjutkan pada cara merawat murai tangkapan hutan tersebut hingga bisa gacor.

Tentu kita semua tahu, bahwa memelihara dan merawat murai batu hasil tangkaran lebih mudah dari pada merawat murai batu hutan. Namun anehnya, beberapa pemain justeru lebih suka merawat murai batu hutan.

Alasan umum dibalik fenomena tersebut adalah karena burung murai hasil tangkapan hutan masih memiliki sifat liar, sehingga saat dilombakan burung tersebut akan trengginas dan fight dengan power maksimal.

Kendalanya, dalam merawat murai batu hutan diperlukan pengalaman, konsistensi, serta kesabaran tinggi. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak cara merawat murai batu hutan berikut ini.

Merawat Murai Batu Hutan Sampai Siap Dibawa Latberan

murai batu hutan

Murai batu hutan – sumber: mediakicau.com

Langkah awal yang harus kita lakukan dalam merawat murai batu hutan adalah dengan menaklukkannya terlebih dahulu.

Setelah burung menjadi jinak, maka kita akan lebih mudah merawat serta membentuknya menjadi burung gacor yang siap tanding.

Selanjutnya, inilah beberapa kunci utama perawatan murai batu hutan.

1. Berikan Waktu Adaptasi untuk Burung Murai

Burung murai batu hasil tangkapan hutan sangatlah rentan stres dan sakit akibat trauma penangkapan sebelumnya. Selain itu, burung juga belum bisa makan voer, jadi kondisinya akan lemah.

Pemilik harus ekstra hati-hati, karena jika gagal mengatasinya, burung bisa mati beberapa hari saja setelah tiba di rumah.

Cara mengatasi hal ini tentu saja dengan membiarkan burung beradaptasi terlebih dahulu terhadap lingkungan barunya.

Tutup sangkarnya menggunakan kerodong setiap hari, untuk sementara penjemuran boleh dilakukan tapi cukup sebentar saja. Demikian juga jenis sangkar yang dipilih sebaiknya sangkar yang rapat jerujinya serta halus agar ketika burung menabrak-nabrak dinding sangkar, burung tidak terluka.

Pakan mula-mula yang bisa diberikan adalah kroto segar yang diberikan selama sebulan penuh, disertai dengan vitamin agar murai batu lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

2. Mulai Tahap Perawatan Harian

Tahap perawatan harian seperti memandikan, menjemur, buka kerodong dan sebagainya bisa dimulai ketika burung sudah lebih jinak.

Lakukan secara perlahan agar burung mulai mengenal lingkungan baru serta kebiasaan baru yang akan Anda terapkan. Setahap demi setahap, burung akan mulai mengerti dan merasa nyaman dengan metode perawatan dari pemiliknya.

3. Pemberian Pakan

Demikian pula untuk peralihan pakan harus dilakukan secara perlahan. Awali dengan mencampurkan kroto segar dengan voer yang sudah dibasahi terlebih dahulu.

kroto campur voer

kroto campur voer – sumber: titaniumbirdfarm.com

Masukkan adonan pakan ini ke dalam satu cepuk dan berikan pada murai batu hutan Anda. Pemberian vitamin masih diperlukan hingga 2 – 3 bulan ke depan agar stamina burung tetap terjaga dan antibodinya meningkat.

Jika sudah mulai terbiasa dengan voer, Anda boleh mulai meletakkan kroto dan voer dalam wadah berbeda. Kurangi jatah krotonya sedikit demi sedikit, lalu untuk selingan coba berikan jangkrik atau ulat hongkong.

Akan tetapi jika anda tidak ingin melakukan hal tersebut anda bisa cukup dengan memberikan ulat balap / ulat kandang sebagai makanan utamanya.

4. Tahap Pemasteran

Burung sudah doyan makan voer dan beberapa ekstra fooding lainnya, maka tahap selanjutnya dalam merawat murai batu hutan adalah melakukan pemasteran.

Waktu terbaik untuk memaster burung adalah saat pagi dan malam hari menjelang burung beristirahat.

Isian lagu untuk memaster murai batu hutan tahap awal tidak perlu banyak-banyak, bisa diambilkan dari suara cucak jenggot, lovebird, cililin, kenari, atau lainnya.

Kesimpulan

Untuk merawat murai batu hutan, hal pertama yang wajib dilakukan adalah membiarkan burung beradaptasi lebih dahulu terhadap lingkungannya. Tahap perawatan serta peralihan pakan harian dapat mengikuti secara perlahan.

Jika pola perawatan harian dan pemberian pakan sudah terbentuk, sebaiknya dilanjutkan secara konsisten. Baru selepasnya burung bisa dimaster dan dilatih mental tempurnya.

2 orang telah memberikan nilai.
Beri Penilaian
Merawat Murai Hutan Sampai Siap Dibawa ke Latberan
Beri Masukan ke Penulis

Beri Masukan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website terbaik khusus untuk kicau mania, temukan bergam infromasi tentang suara burung, perawatan, harga dan tips seputar burung mulai dari murai, kenari, kacer lovebird, cucak ijo dan beragam jenis burung lainnya

Copyright © 2018 Burungpedia.com

Atas