Panduan Mencetak Murai Batu Berkualitas Dengan Pemasteran Sejak Anakan

Panduan mencetak murai batu berkualitas dengan pemasteran sejak anakan – Tren pemasteran burung murai kini telah bergeser ke upaya memaster sang burung sejak dini alias sejak masih dalam bentuk trotolan.

Tidak tanggung-tanggung, tujuan yang ingin dicapai dari usaha ini adalah untuk mencetak murai batu yang pilih tanding saat berhadapan dengan lawannya di arena perlombaan kelak.

Pertanyaannya, mungkinkah memaster murai anakan? Jawabannya tentu saja mungkin, bahkan metode ini telah terbukti moncer untuk mencetak murai-murai jawara.

Panduan Memaster Anakan Murai

trotol murai
Trotol murai – sumber: muraisuper.com

Inilah panduan memaster anakan murai secara efektif agar burung jadi lebih cepat menguasai lagu-lagu yang diajarkan.

1. Waktu Ideal untuk Memaster

Waktu pemasteran anakan murai bisa dimulai sejak burung mencapai usia 3 minggu. Namun jika Anda mendapatkan anakan yang telah berusia 1 – 1,5 bulan, maka hal tersebut tidak masalah. Masih belum terlambat untuk memulai proses pemasteran dini ini.

2. Perhatikan Suara Isian yang Diperdengarkan

Pada bulan-bulan awal pemasteran, sebaiknya anakan murai batu dimaster dengan suara-suara burung yang lebih halus tetapi tajam.

Contohnya adalah suara lovebird, burung parkit, atau serindit. Karakter suara burung-burung tersebut lebih mudah untuk dipelajari oleh anakan murai.

Agar proses pemasteran berjalan dengan lancar, usahakan untuk menempatakan murai batu di dalam ruangan khusus yang jauh dari kebisingan atau suara burung yang lain agar anakan tersebut bisa fokus dengan suara yang dipelajarinya.

  Murai Batu Medan Ekor 25 CM

Pemasteran menggunakan suara burung yang lebih halus namum tajam ini bisa berlangsung selama 1 bulan, selanjutnya, pemasteran dapat dilakukan menggunakan suara burung yang berkarakter kasar semisal cucak jenggot.

Untuk tahap ini, anakan murai bisa ditempel oleh dua ekor cucak jenggot sekaligus agar pemasterannya berjalan maksimal.

Alternatif lain yang dapat Anda coba selain cucak jenggot adalah dua ekor kapas tembak, atau bisa juga menggunakan kombinasi cucak jenggot dan kapas tembak.

3. Jangan Memaster Anakan Murai Menggunakan Suara Murai Gacor

Mungkin Anda berpikir untuk memaster anakan murai tersebut dengan menggunakan suara burung murai yang sudah gacor. Namun hal tersebut justeru salah dan bisa menimbulkan masalah di kemudian hari.

Ibaratnya adalah, seorang anak kecil yang dipaksa berlatih karate melawan orang dewasa yang sudah ahli. Caranya pun salah, yaitu dengan menghujani sang anak dengan jurus-jurus super hingga si anak menjadi KO.

Demikian pula kasusnya dengan memaster trotolan dengan suara murai gacor, secara naluri, anakan murai tersebut akan mencoba untuk belajar dan menyahut suara masteran gacor yang diperdengarkan, namun apa daya kemampuannya belumlah mencukupi.

  Merawat Murai Hutan Sampai Siap Dibawa ke Latberan

Akibatnya, mental sang burung pun bisa ngedrop dan malah membuatnya tidak mau membuka mulutnya untuk bersuara.

Lalu bagaimana jika sudah terlanjur salah langkah demikian? Ya, pastinya segera hentikan metode pemasteran yang tidak tepat tersebut.

Coba gantilah dengan memperdengarkan lagu-lagu alam seperti suara gemericik air, suara aliran sungai, suara angin di hutan, dan lain sebagainya.

Pastikan terlebih dahulu kondisi burung sudah membaik secara mental maupun fisik, baru dilanjutkan proses pemasterannya.

4. Saat Murai Mengalami Masa Mabung

Ketika tiba saat burung murai mengalami masa mabung pertamanya, maka Anda dapat memaster burung tersebut dengan isian karakter suara yang kasar, tegas, dan juga tajam.

Contoh burung yang memiliki kombinasi ketiga suara tersebut adalah burung cililin, tengkek udang, dan burung-burung sejenisnya.

5. Pemasteran Saat Burung Murai Beranjak Dewasa

Ketika burung sudah memasuki usia dewasa, tahap pemasteran selanjutnya akan lebih mudah. Silahkan memilih suara isian yang akan menambah variasi suara dari murai kesayangan Anda tersebut.

Lagi pula, beberapa suara isian wajib telah Anda berikan materinya pada sang murai ketika masih anakan.

Contoh suara burung yang bisa Anda gunakan untuk memaster burung murai dewasa adalah:

  • Jalak suren
  • Burung gereja tarung
  • Siri-siri
  • Rio-rio
  • Kenari, dll.
  Panduan Memilih Murai Batu Bakalan Lengkap

Meskipun telah menambah amunisi varian suara, namun tetap latih sang burung dengan menggunakan suara masteran awal yang Anda berikan pada anakan burung murai.

Disamping itu, sebelum menentukan suara masteran baru yang akan akan berikan pada murai, pertimbangkanlah suara isian yang cocok dengan karakter murai Anda.

Contohnya, tidak semua suara jalak suren baik digunakan untuk memaster, utamanya jalak suren yang memiliki suara dominan siulan.

Pilih jalak suren yang rajin melagukan suara aslinya saja.

Kesimpulan

memaster anakan murai
Memaster anakan murai – sumber: muraibatu.link

Untuk melakukan pemasteran pada murai anakan, lakukan proses tersebut secara bertahap, yang dimulai dengan memperdengarkan karakter suara burung yang halus, lalu lanjutkan dengan 2 jenis suara burung yang memiliki karakter sama dan lebih kasar.

Baru setelah itu, isi materi suara burung murai dengan suara-suara yang Anda inginkan.

Namun sebaiknya tidak memaster burung murai dengan banyak suara sekaligus. Cukup menggunakan 2 atau 3 suara burung saja dalam waktu bersamaan.

Setelah sang murai sudah cukup mahir, baru tambahkan isian suara dari burung lainnya.

Demikianlah panduan mencetak murai batu berkualitas dengan pemasteran sejak anakan, bagaimana menurut Anda?

Jika ada saran atau tambahan yang berhubungan dengan artikel ini, silahkan sampaikan di kolom komentar. Sampai berjumpa kembali di burungpedia.com.

0 orang telah memberikan nilai.
Beri Penilaian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.